Daarul Qur An Cikarang, “Pendidikan Harus Jalan Seimbang Dengan Sholat”

Aktifitas Belajar Mengajar Para Santri di Daarul Qur An Cikarang
Aktifitas Belajar Mengajar Para Santri di Daarul Qur An Cikarang

Profil Singkat Daarul Qur An Cikarang

Daarul Qur An Cikarang adalah pesantren yang didirikan oleh Ustadz Yusuf Mansur. Daarul Qur An Cikarang sendiri merupakan tempat untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis pada pengetahuan Islam dan Al-Quran.

Semua siswa yang belajar disini akan dibekali pendidikan, ilmu pengetahuan umum dan sosial, lifeskill, cara berdakwah dan pengetahuan tentang Islam.

Dalam menjalankan aktifitas belajar mengajarnya, Daarul Qur An Cikarang menggunakan metode 1 hari 1 ayat. Ini bertujuan agar para siswa juga bisa menghafal Al-Quran dan mengimplementasikan apa yang dihafal tersebut pada kehidupan sehari-harinya. Alias membentuk dan terus memperbaiki kepribadian sebagai seorang Muslim yang baik.

Para pengajarnya pun merupakan tenaga-tenaga yang handal. Kemampuan mereka telah diuji diberbagai ajang seperti Tilawah Quran Nasional dan juga Musabaqoh Hifdzil. Kebanyakan pengajar pun sudah pernah punya pengalaman menimba ilmu di luar negeri, sehingga pendidikan yang diberikan para siswa di Daarul Qur An Cikarang bisa dikatakan memiliki taraf internasional.

Program pendidikan yang diberikan di pondok pesantren Cikarang ini juga sudah diakui secara nasional, sejak Daarul Qur An Cikarang memiliki dasar hukum sebagai sebuah yayasan.

Lokasi pondok pesantren ini sendiri bertempat di Perumahan Graha Cikarang, Kampung Kukun, Kelurahan Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi Timur Jababeka Indonesia Kode Pos Cikarang 17550. Adapun untuk mengontak Daarul Qur An Cikarang, bisa melalui nomor telepon (021) 8967 7690 atau e-mail di info@daqu.sch.id.

Perjalanan Sejarah Berdirinya Daarul Qur An Cikarang

Pada suatu ketika ditahun 2003, seorang Ustadz bernama H. Ahmad mengunjungi rumah Ustadz Yusuf Mansur. Pada kesempatan itu, H. Ahmad meminta bantuan kepada Ustadz Yusuf Mansur. Dalam hal ini untuk memberikan sedikit suntikan dana untuk kelangsungan pondok pesantren yang dikelolanya.

Ustadz Yusuf Mansur merespons dengan ide lain kepada H. Ahmad. Yakni untuk bisa terus melanjutkan aktifitas belajar mengajar disana, H. Ahmad diminta untuk memindahkan seluruh santri dan kegiatan ke rumah Ustadz Yusuf Mansur. Namun diluar dugaan Ustadz Yusuf Mansur, ternyata pesantren yang dimaksudkan oleh H. Ahmad adalah rumahnya yang tidak berukuran terlalu besar dengan beberapa santri pria dan wanita saja. Disisi lain, Ustadz Yusuf Mansur akhirnya menyadari kalau H. Ahmad merupakan seorang pengajar yang cakap dan juga jebolan dari Madinah, Mekkah. Dari situlah, Ustadz Yusuf Mansur akhirnya berbulat hati untuk mendirikan pesantren Daarul Qur An Cikarang yang turut melibatkan H. Ahmad.

Hingga sekarang pesantren ini sudah tersebar disejumlah wilayah Indonesia, selain Daarul Qur An Cikarang. Yakni di Ciledug, Tangerang, Bekasi, Unggaran, Cilegon, Semarang, Ambon, Bandung dan Lampung.

Walaupun para pengajar dan santri di pesantren ini memiliki motivasi yang tinggi untuk mengenyam pendidikan, mereka sama sekali tidak pernah mengabaikan jadwal Sholat.

“Pendidikan memang penting, tapi jadwal Sholat juga penting. Bahkan lebih penting, karena apa yang kita lakukan semuanya semata-mata untuk Allah SWT”, ujar Nur Fikri, salah satu santri disana.

Semenjak Daarul Qur An Cikarang berdiri, Ustadz Yusuf Mansur sendiri menjabat sebagai Pembina. Sedangkan Ustadz H. Ahmad yang bernama lengkap H. Ahmad Jameel, SE, MA itu menjabat sebagai Ketua Yayasan.

“Barangsiapa dengan rajin membaca Al-quran, mempelajari dan menghafalnya diluar kepala, maka sudah pasti Syurga adalah tempat yang dijanjikam oleh Allah”, ujar H. Ahmeed Jameel, SE, MA.