Stadion Wibawa Mukti Cikarang Didandani Buat Asian Games 2018

Penampilan Baru Dari Stadion Wibawa Mukti Cikarang Jelang Asian Games 2018
Penampilan Baru Dari Stadion Wibawa Mukti Cikarang Jelang Asian Games 2018

Profil Singkat Stadion Wibawa Mukti Cikarang

Stadion Wibawa Mukti Cikarang sebelumnya lebih dikenal masyarakat dengan nama Stadion Utama Kabupaten Bekasi. Berlokasi di Desa Sertajaya Cikarang Timur, Bekasi Jababeka dengan kapasitas tampung penonton hingga 40,000 orang.

Pada tahun 2014, Stadion Wibawa Mukti Cikarang dijadikan sebagai venue tuan rumah Porda Jabar ke 12. Sedangkan pada 2 tahun berikutnya, stadion Cikarang ini menjadi venue tuan rumah PON 19 Jawa Barat. Isunya tahun ini, Stadion Wibawa Mukti Cikarang juga kembali dipilih menjadi salah satu venue untuk pelaksanaan Asian Games 2018 yang dituanrumahi oleh Indonesia.

Masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion Cikarang ini pun tidak akan mengalami kesulitan akses. Lantaran, lokasi Stadion Wibawa Mukti Cikarang yang sangat dekat dengan gerbang tol Cibatu kilometer ke 34.7 tol Jakarta – Cikampek.

Walaupun sudah 2 kali stadion Cikarang ini menjadi venue di ajang bertaraf nasional, Stadion Wibawa Mukti Cikarang tetap terkenal dengan kualitas rumputnya yang jelek. Maka dari itulah, pihak pengelola stadion pun tengah melakukan perombakan besar-besaran di stadion sepakbola ini untuk menyelenggarakan pertandingan cabor sepakbola di ajang Asian Games ke 18 bulan Agustus mendatang.

24 Milyar Sengaja Digelontorkan Guna Mempercantik Stadion Wibawa Mukti Cikarang

Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bekasi pun sudah menggelontorkan dana untuk membenahi stadion sepakbola kebanggaan masyarakat Cikarang tersebut. Yakni, nilainya mencapai 24 Milyar Rupiah yang dialokasikan dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2018.

Asep Edwin selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga Kab. Bekasi pun menitikberatkan anggaran pada renovasi rumput Stadion Wibawa Mukti yang sebelumnya sudah terkenal jelek dan kini mulai rusak. Selain itu, pembenahan juga dilakukan pada tribun penonton dan sejumlah fasilitas stadion lainnya. Seperti halnya, gerbang masuk stadion, kamar mandi, loker pemain, area parkir dan lain sebagainya.

“Selain merombak penampilan Stadion Wibawa Mukti, kami memang diminta pemerintah pusat untuk menyediakan sarana tempat latihan bagi para kontingen peserta Asian Games 2018”, jelas Asep.

“Sejauh ini, baru kawasan Lippo Cikarang Bekasi dan Ejip Cikarang saja yang bersedia menyumbangkan lapangannya sebagai tempat berlatih para kontingen”, sambungnya.

Sejauh ini sudah nampak ada perbedaan dari Stadion Wibawa Mukti Cikarang. Diantaranya adalah area parkir, loket tiket dan bangku penonton yang sudah disaksikan oleh Menpora Imam Nahrawi dan pihak Pemprov Jabar sendiri.

“Karena Asian Games 2018 itu merupakan event bertaraf internasional, Bapak Menteri (Imam Nahrawi) pun terus memantau langsung proses renovasi Stadion Wibawa Mukti Cikarang”, tuntas Asep.

Asep sendiri mentargetkan renovasi stadion Cikarang ini bisa rampung paling lambat awal bulan Agustus, menjelang digelarnya Asian Games 2018 pada tanggal 18 Agustus.

Demo Buruh Cikarang yang Dikeluhkan Pengusaha

Aksi Demo Buruh Cikarang Jababeka Pulogadung Untuk Memperjuangkan Kenaikan UMR dan UMK
Aksi Demo Buruh Cikarang Jababeka Pulogadung Untuk Memperjuangkan Kenaikan UMR dan UMK

Berita Terkait Demo Buruh Cikarang yang Dikeluhkan Para Pengusaha | Aksi mogok yang diluncurkan oleh puluhan ribu buruh pabrik di Cikarang Bekasi Jababeka, Tangerang, Karawang dan Jakarta, mulai mengganggu kegiatan industri, kata seorang pengusaha.

Walau jam sudah menunjukkan pukul 00:00 tengah malam, arus demo buruh Cikarang dan beberapa kawasan industri lainnya masih saja terus berdatangan. Seperti halnya dengan kawasan industri Pulogadung yang mengalami nasib yang sama seperti kawasan industri Cikarang.

Sementara itu, sejumlah buruh peserta demo buruh Cikarang di kawasan industri EJIP Cikarang Bekasi, telah melancarkan aksi sweeping sejak Kamis (31 / 10) dini hari. Mereka meminta para buruh yang masih bekerja untuk ambil bagian dalam aksi demo buruh Cikarang yang terjadi besar-besaran itu. Tidak hanya sampai disitu, para peserta demo pun mulai menutup akses jalan ke daerah EJIP Cikarang.

Alhasil, keesokan harinya hampir semua pabrik dan perusahaan di kawasan industri Cikarang pun lumpuh total. Pabrik dan perusahaan terpaksa tutup dan hanya nampak dikawal oleh petugas keamanan saja.

Tuntutan Demo Buruh Cikarang Sebenarnya

Saat diusut lebih lanjut, teryata para buruh yang melancarkan aksi demo buruh Cikarang itu menuntut kenaikan UMR (Upah Minimum Regional) / UMK (Upah Minimum Kota) sebesar 3,7jt per bulannya.

Salah satu buruh yang bekerja di salah satu pabrik farmasi di Cikarang, Arma mengeluhkan, kalau UMR / UMK sebesar 2,4jt yang diperolehnya setiap bulan tidak cukup.

“Boro-boro untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saya. Gaji saya cuma habis bayar uang sekolah 2 anak saya yang SD dan SMP”, keluh Arma.

“Ya idealnya naik, lah. Pengusaha jangan mau enaknya sendiri”, tambahnya lagi.

Disisi Lain, Pengusaha Pun Menanggapi Negatif Dari Aksi Demo Buruh Cikarang Tersebut

Keluhan pengusaha tersebut disampaikan oleh Risjaya, seorang manajer PT Dodo Activewear, pabrik yang bergerak dalam industri garmen di Cikarang.

“Karena aksi demo, aktifitas produksi otomatis berhenti. Klien kami pun banyak yang komplain atas keterlambatan pengiriman barang yang sudah dijadwalkan”, ujar Risjaya saat disambangi wartawan.

“Sebetulnya, para buruh juga tidak bisa sembarangan melakukan tindakan sepihak seperti itu. Kan bisa dibicarakan lewat diskusi tanpa harus mengorbankan kegiatan industri yang jadi tidak kondusif. Lagipula, mereka juga tidak bisa menuntut UMR / UMK terlalu tinggi. Kalau tuntutan mereka tidak sesuai dengan hitungan para investor, mereka lebih memilih angkat kaki dan berinvestasi di Myanmar, Kamboja atau Vietnam ketimbang di Indonesia. Toh bila pabriknya tutup, para buruh sendiri yang akan kehilangan sumber penghasilannya”, sambungnya.

Disisi lain, kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur pun mengalami nasib serupa. Sama seperti aksi demo buruh Cikarang yang menyebabkan pabrik tutup dan kemacetan parah akibat pemblokiran jalan.