Aksi Demo Buruh Cikarang Jababeka Pulogadung Untuk Memperjuangkan Kenaikan UMR dan UMK

Demo Buruh Cikarang yang Dikeluhkan Pengusaha

Aksi Demo Buruh Cikarang Jababeka Pulogadung Untuk Memperjuangkan Kenaikan UMR dan UMK
Aksi Demo Buruh Cikarang Jababeka Pulogadung Untuk Memperjuangkan Kenaikan UMR dan UMK

Berita Terkait Demo Buruh Cikarang yang Dikeluhkan Para Pengusaha | Aksi mogok yang diluncurkan oleh puluhan ribu buruh pabrik di Cikarang Bekasi Jababeka, Tangerang, Karawang dan Jakarta, mulai mengganggu kegiatan industri, kata seorang pengusaha.

Walau jam sudah menunjukkan pukul 00:00 tengah malam, arus demo buruh Cikarang dan beberapa kawasan industri lainnya masih saja terus berdatangan. Seperti halnya dengan kawasan industri Pulogadung yang mengalami nasib yang sama seperti kawasan industri Cikarang.

Sementara itu, sejumlah buruh peserta demo buruh Cikarang di kawasan industri EJIP Cikarang Bekasi, telah melancarkan aksi sweeping sejak Kamis (31 / 10) dini hari. Mereka meminta para buruh yang masih bekerja untuk ambil bagian dalam aksi demo buruh Cikarang yang terjadi besar-besaran itu. Tidak hanya sampai disitu, para peserta demo pun mulai menutup akses jalan ke daerah EJIP Cikarang.

Alhasil, keesokan harinya hampir semua pabrik dan perusahaan di kawasan industri Cikarang pun lumpuh total. Pabrik dan perusahaan terpaksa tutup dan hanya nampak dikawal oleh petugas keamanan saja.

Tuntutan Demo Buruh Cikarang Sebenarnya

Saat diusut lebih lanjut, teryata para buruh yang melancarkan aksi demo buruh Cikarang itu menuntut kenaikan UMR (Upah Minimum Regional) / UMK (Upah Minimum Kota) sebesar 3,7jt per bulannya.

Salah satu buruh yang bekerja di salah satu pabrik farmasi di Cikarang, Arma mengeluhkan, kalau UMR / UMK sebesar 2,4jt yang diperolehnya setiap bulan tidak cukup.

“Boro-boro untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saya. Gaji saya cuma habis bayar uang sekolah 2 anak saya yang SD dan SMP”, keluh Arma.

“Ya idealnya naik, lah. Pengusaha jangan mau enaknya sendiri”, tambahnya lagi.

Disisi Lain, Pengusaha Pun Menanggapi Negatif Dari Aksi Demo Buruh Cikarang Tersebut

Keluhan pengusaha tersebut disampaikan oleh Risjaya, seorang manajer PT Dodo Activewear, pabrik yang bergerak dalam industri garmen di Cikarang.

“Karena aksi demo, aktifitas produksi otomatis berhenti. Klien kami pun banyak yang komplain atas keterlambatan pengiriman barang yang sudah dijadwalkan”, ujar Risjaya saat disambangi wartawan.

“Sebetulnya, para buruh juga tidak bisa sembarangan melakukan tindakan sepihak seperti itu. Kan bisa dibicarakan lewat diskusi tanpa harus mengorbankan kegiatan industri yang jadi tidak kondusif. Lagipula, mereka juga tidak bisa menuntut UMR / UMK terlalu tinggi. Kalau tuntutan mereka tidak sesuai dengan hitungan para investor, mereka lebih memilih angkat kaki dan berinvestasi di Myanmar, Kamboja atau Vietnam ketimbang di Indonesia. Toh bila pabriknya tutup, para buruh sendiri yang akan kehilangan sumber penghasilannya”, sambungnya.

Disisi lain, kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur pun mengalami nasib serupa. Sama seperti aksi demo buruh Cikarang yang menyebabkan pabrik tutup dan kemacetan parah akibat pemblokiran jalan.

Leave a Comment